Gejala Dan Penyebab Masalah Jaringan
Pada Physical Layer
Lapisan fisik mentransmisikan bit dari komputer lain dan mengatur transmisi aliran bit atas medium fisik. Lapisan fisik adalah lapisan hanya dengan sifat-sifat fisik nyata, seperti kabel, kartu dan antena.
Masalah pada jaringan sering hadir sebagai masalah kinerja. Masalah kinerja berarti bahwa ada perbedaan antara perilaku yang diharapkan dan perilaku diamati, dan sistem tidak berfungsi seperti yang bisa diharapkan cukup. Kegagalan dan suboptimal kondisi di lapisan fisik tidak hanya mengakibatkan ketidaknyamanan bagi pengguna tetapi dapat mempengaruhi produktivitas seluruh perusahaan.
Gejala umum masalah jaringan
pada lapisan fisik meliputi:
Gejala umum masalah jaringan
pada lapisan fisik meliputi:
Kinerja lebih rendah daripada dasar – alasan paling umum untuk kinerja lambat termasuk server kelebihan beban atau underpowered, konfigurasi switch atau router yang tidak cocok.Solusinya dengan meningkatkan kualitas atau kecanggihan sebuah server dengan mengupgrade cpu atau menambah memory dan jalan keluar yang lebih baik adalah solusi banyak server (clustering) yaitu membangun system layanan yang reliable dan skalable dengan lebih dari satu server.
Hilangnya konektivitas – jika kabel atau perangkat gagal; gejala yang paling jelas adalah hilangnya konektivitas antara perangkat yang berkomunikasi melalui link atau dengan perangkat gagal atau antarmuka. Solusinya hal ini ditunjukkan dengan tes sederhana ping.
Kemacetan jaringan jika router, antarmuka, atau kabel gagal, protokol routing dapat mengarahkan lalu lintas ke rute lain yang tidak dirancang untuk membawa kapasitas ekstra. Hal ini dapat mengakibatkan kemacetan atau kemacetan di bagian-bagian dari jaringan.
Solusinya: seperti juga jalan raya, suatu jaringan computer mempunyai keterbatasan kapasitas dalam mentransmisikan data. Jika jumlah piranti dalam jaringan bertambah mkak kemacetan akan bertambah yang pada akibatnya mempengaruhi kinerja dari jaringan. Karenanya design jaringan yang bagus sangat penting sekali untuk mengurangi kemacetan jaringan dan menjaga kinerja dari jaringan dalam kondisi yang tinggi.
Pengkabelan kesalahan – banyak masalah dapat diatasi dengan cukup reseating kabel yang telah menjadi sebagian terputus. Ketika melakukan inspeksi fisik, mencari kabel rusak, kabel tidak tepat jenis, dan RJ-45s kurang berkerut. kabel harus diuji atau ditukar dengan kabel yang berfungsi.
CPU overload – karena penggunaan persentase pemanfaatan
CPU yang tinggi, kinerja lambat, router layanan seperti
Telnet dan ping lambat atau gagal merespons, atau ada
routing update. Salah satu penyebab CPU overload di router
adalah lalu lintas yang tinggi. Jika beberapa
interface secara teratur selama dimuat dengan lalu lintas.
Solusinya dengan mengurangi matikan program startup yang
tidak terlalu penting (klik run – msconfig – configuration –
pilih service/startup), clean registry error dengan tune up
utility atau ccleaner.
