Pertemuan yang begitu singkat
Siang itu, seperti biasa aku ke sekolah menggunakan kendaraan umum, tapi tak biasa nya sinar mentari sepanas ini, lalu kumelihat seorang perempuan sedang menunggu angkot yg akan datang, wajah nya seperti orang jepang.
aku yg juga ingin menunggu angkot memutuskan untuk menunggu di sebelahnya. Aku berniat basa basi mengharapkan respon darinya “tumben yah panas banget hari ini”
“iya tumben banget biasanya sih gak seperti ini”jawabnya. berhasil juga caraku mendapatkan respon darinya, aku ingin menanyakan namanya
“emm namanya siapa?”menjulurkan tangan
“ayana, kamu?”
“singgih” kami saling berjabat tangan, aku tidak menyangka semudah ini berkenalan dengan perempuan cantik seperti dia. Akhir nya angkot yg kami berdua tunggu datang.
“kamu sekolah dimana ay?” aku mengajak ngobrol berharap bisa kenal lebih jauh dengannya
“smp 48”jawabnya singkat
“wah sama dong kayak sekolahku, tapi aku tidak pernah melihatmu?”
“iya aku anak baru” .
“oh..” kami berdua terus mengobrol, membicarakan apa saja termasuk cuaca hari ini, sampai akhir nya achan mengantuk, dan secara perlahan ia tidur di pundakku. Rasa nya kalau dia tidur di pundak gw tuh sama kayak nemu duit di jalan, tau kan rasanya? Haha.. aku yg berniat ingin membangunkannya merasa bersalah jika mengganggu tidurnya, aku nikmati saja senderan dari kepalanya perjalanan ke sekolah kami cukup jauh, di tambah lagi dengan macet , sekitar 1 jam kami baru sampai tujuan.
“chan bangun, udah sampe”aku membangunkan achan.
“eh udah sampe, maaf kalau mengganggumu?”
“iya gak apa2 gak terganggu kok santai aja lg”
“yuk turun”lanjutku. kami pun berpisah, achan ke kantor dan aku ke kelas.
saat di kelas, seperti biasa suasana ramai layaknya di pasar selalu kurasakan, aku hanya diam di bangku saja karena aku memang orang yang pendiam(saat di kelas aja ). Tiba2 guru datang, kalau guru sudah datang suasanapun berubah layaknya di kuburan, ternyata guru membawa murid baru, dan murid barunya itu adalah achan yg kukenal saat di angkot tadi. “perkenalkan namaku ayana shahab, kalian bisa panggil aku achan”. Itulah ucapan achan saat ia memperkenalkan diri. “achan, kamu bisa duduk di situ” (menunjuk kearah sebelahku yg kebetulan kosong). semakin dekat jarak di antara kita. “kita ketemu lagi chan” “eh kamu , singgih ya” “iya chan, nanti pulang bareng ya”ajakku “yaudah”
Bel istirahat berbunyi, jika biasa nya aku melihat teman2 ku pergi ke kantin, mengerjakan tugas, piket dll. Tapi ada hal yang ganjil, aku melihat achan sedang tidur . setelah kejadian ini dan di angkot, aku jadi tahu kalau hobinya tidur dan tak heran kalau mata nya sayu. Aku memberikan julukan kepada nya ‘sleepyhead’ Aku berniat mengajaknya ke kantin.
“chan ke kantin yuk?” sambil membangunkan achan
“gak deh aku mau tidur” achan mengucek2 mata nya dan menjawab.
“aku yang traktir deh, kamu pasti laper kan? Udah ayo..” aku menarik paksa tangannya.
setelah itu, kami sampai di kantin. Beraneka makanan dan minuman tersedia di sini “kamu mau aku pesenin apa chan?”aku membuka percakapan. “serah kamu deh” “mas nasi goreng 2 ya” aku berbicara kepada pelayan “minum nya apa dek?”Tanya sang pelayan. “mau minum apa chan?”
“jus strawberry , gpp kan?”
“iya gpp tenang aja”
“jus strawberry sama teh tawar mas” pinta ku kpd pelayan.
suasana hening sejenak, aku tidak tau apa yg harus di bicarakan, sampai akhir nya achan berbicara
“kamu kok pesen teh tawar? Gak suka yg manis2 ya?”
“nanti nya kemanisan chan kalau aku pesen teh manis, orang ngeliat kamu aja udah terasa manis kok”
“gombal..” dia mencubit lenganku “gombal tu yg suka di pinggir jalan”
“itu gembel"sambil tertawa. "eh ngomong2 kamu kok baik bgt sama aku? Padahal kan kita baru aja kenal, belum tau sifat masing2, aku beruntung loh bisa ketemu cowok sebaik kamu”
“aku ini orang nya pemalu chan sama cewek, sampai2 aku di beri julukan forever alone oleh teman2ku , tapi entah kenapa kalau sama kamu serasa kita udah kenal lama, jadi aku nyaman aja berada di dekatmu chan.” “oh..”achan menjawab singkat
selang beberapa menit kemudian pesanan kami datang .
“chan kamu orang jepang ya?”
“iya ibuku orang jepang dan waktu aku kecil aku tinggal di jepang. Emangnya kamu tau dari mana?”
“muka mu mirip perempuan jepang chan”
"Tinggal di sana enak chan?”lanjutku “enak kok, aku lihat penduduk disana ramah, ga kalah ramah sama penduduk Indonesia”ia berbicara sambil mengunyah.
Bel pulang telah berbunyi, aku dan achan sedang menunggu angkot lewat. Sambil menunggu aku mengobrol dengan achan. “chan, boleh minta no hp?” “boleh, nih catet ya”achan sambil menyebutkan no hp nya. akhir nya angkot yg kami tunggu datang, seperti tadi siang, achan tertidur lagi dan secara perlahan pala nya menyender di pundak ku. Kali ini rasa nya beda, rasa nya seperti salto di telapak buda rulai, terjepit di gunung 5 jari, dan makan pil api , hah emang gw sun gokong ..
Perjalanan pulang kali ini lebih cepat dari sebelumnya, karena angkot ini berjalan dengan bebas (tidak macet). Agar tidak bosan, aku membuka jendela , menikmati angin yg berhembus di kepalaku, selagi aku menikmati angin, aku melihat achan yg tertidur , tampak jelas betapa manis nya achan saat tidur, aku beruntung sekali berteman dengannya. Sampai akhir nya kami sampai tujuan. “chan udah sampe nih, aku turun duluan ya”aku berbicara sambil membangunkan achan. “aku juga turun disini, rumahku juga di daerah sini” sambil mengucek2 mata ia berbicara. ternyata rumah kami hanya berbeda beberapa blok saja, jika letak rumahku lurus terus, ia belok kanan.
di malam yg sepi, aku memikirkan , apakah achan memiliki perasaan yg sama denganku? Ah tidak mungkin perempuan secantik dia jatuh hati kepadaku. ah mungkin bagi dirimu, hanya teman sekelas saja yg jalan pulang nya searah. ketika aku mengingat nya, teringat juga aku tentang nomor yg ia kasih. Aku putuskan untuk mengiriminya sms “hai chan” tak beberapa lama ia membalasnya “maaf ini soapa?” mungkin maksud nya soapa itu siapa kali ya (dalam hati ku berpikir) karena I sama o tetanggaan. “ini singgih chan”
“oh singguh”
“nama ku kok di ganti2 chan? Oh iya lagi apa nih??”
“aku suka salah tulus maaf, nih lg nontin my vs inter milan” wah ini orang cantik2 suka bola juga, mantap nih “kamu megang apa? Mu/inter milan?”
“inter milan dong..”
“wah kalau gitu kita rival ya, tim fav ku MU”
kita terus berlanjut sms tentang berjalannya pertandingan sepak bola ini, aku mengajak nya taruhan jikalau mu yg menang, ia harus menahan ngantuk saat di kelas , dan kalau Chelsea yg menang, aku harus mengucapkan hai kepada semua perempuan di kelasku. akhir nya kedudukan berakhir 0-0, skor yg cukup adil untuk kami berdua. aku membuat janji kepada nya untuk berangkat bareng ke sekolah.
hari kedua tidak ada yg berbeda dengan hari pertama, kita berangkat dan pulang bareng , kita mengobrol saat di kantin , dan dia jg masih tertidur di pundak ku. tapi hari ini aku membuat gelang bertuliskan ms.sleepyhead untuk besok aku kasih kepadanya
hari ketiga
saat aku sampai tempat menunggu angkot, aku menunggu achan datang. Dan sampai akhir nya orang yg aku tunggu Nampak dari kejauhan, tak seperti biasa muka nya tampak murung hari ini .
“kamu kenapa chan?”
“gpp kok, yuk tuh dah ada angkotnya”
wajah nya tidak bisa bohong, seperti ada yg di sembunyikan dari ku , senyum nya seperti dipaksakan, sebenarnya aku ingin terus menanyakan tentang keadaannya, tapi aku takut ia akan terganggu oleh pertanyaan demi pertanyaan ku, aku memutuskan untuk diam saja. Kalau biasa nya ia akan mengantuk saat di perjalanan dan ia akan tidur di pundakku, kali ini ia hanya diam dengan wajah yang murung.
sesampai nya di sekolah, di kelas pun ia hanya terdiam, kali ini ia tidak tertidur saat jam istirahat melainkan hanya terdiam di bangku saja. Aku memutuskan untuk mengajak nya kekantin.
“chan ke kantin yuk?”
"yuk"
di kantin ia hanya diam saja, tidak ada satu katapun yang keluar dari mulutnya.
"yuk"
di kantin ia hanya diam saja, tidak ada satu katapun yang keluar dari mulutnya.
sampai di pertigaan jalan, pertanda bahwa kami harus berpisah.
“chan”
“ya?”
“aku punya sesuatu untukmu” aku memberinya gelang yg bertuliskan ms.sleepyhead karena dia suka sekali tidur “ini kenang2an dari ku, ya walaupun tidak terlalu bagus, tapi ini buatan tanganku sendiri” achan tiba2 memelukku, “makasih ya nggih, senang bisa kenal orang sepertimu, mungkin kamu orang yang ti
bel pulang pun berbunyi, selagi aku mengemas buku pelajaran ku, aku mengajak achan untuk pulang bareng lagi , dia pun mengiyakan ajakan ku ini. Kami menunggu angkot yg akan datang , ia masih terdiam. Akhir nya angkot yg kami tunggu datang. Kali ini ia menyenderkan kepala nya kepundakku, dan tak terasa seragam sekolah ku dibasahi oleh air mata nya. “kamu kenapa nangis chan? Ada apa ? Udah cerita aja” aku menanyakan “maaf gak cerita ke kamu sebelum nya”
“besok, ayahku memutuskan untuk tinggal di jepang karena kontrak kerja nya di Indonesia sudah habis, sebenar nya aku sangat betah di sini apa lagi setelah ada nya kehadiranmu”lanjutnya.
“jadi? Pertemuan kita hanya 3 hari saja?”
“iya”jawab nya sambil menangis angkot yg kami naiki sampai tujuan, setelah turun kami mengobrol di sepanjang jalan menuju rumah. Dan tanpa terasa kami sudahdak akan pernah kulupakan sampai kapanpun, gelang ini akan ku jaga baik2”. Sore itulah kami bertemu untuk yg terakhir kalinya.
aku pun melanjutkan hari2 ku seperti biasa tanpa kehadiran ‘sleepyhead’ sebelumnya, tidak ada yg tertidur di pundakku saat di angkot, tidak ada lagi perempuan yg bisa ku ajak kekantin, tidak ada lagi si tukang tidur di sisiku, kini akupun menjadi forever alone lagi